Haji Khusus

Travel Haji PT. Madinah Iman Wisata

Travel haji plus memang menjadi salah satu pilihan bagi umat islam yang ingin melaksanakan ibadah haji dengan maksud tidak ingin terlalu lama mengantri. Kuota haji yang dipangkas sebesar 20 persen oleh pemerintah Arab Saudi semenjak 2013 hingga 2016 memang membuat antrian panjang bagi umat Islam di Indonesia yang ingin beribadah haji ke tanah suci. Bagimana tidak konon hal ini membuat sesorang harus mengunggu dua hingga empat tahun untuk beribadah haji. Lalu apa saja perbedaan mengikuti travel haji regular dengan Travel Haji Khusus berikut ini penjelasannya.

Biaya

Ongkos naik haji memang menjadi bahan pertimbangan utama bagi jamaah haji. Ongkos naik haji memang selalu berubah setiap tahunnya mengikuti kurs dollar dan komponen pembiayaan ibadah haji. Untuk tahun ini saja biaya penyelenggaraan ibadah haji 2016 besarannya adalah Rp 34 jutaan rupiah atau kalau diubah ke dalam kurs dolar sekitar US$2.585. Biaya tersebut  memang jauh lebih murah daripada ONH plus yang biasanya bisa melonjak hingga ratusan juta rupiah. Hal ini juga sangat bergantung pada embarkasi mana jamaah akan diberangkatkan ke tanah suci serta fasilitas yang diberikan biro perjalanan haji kepada jamaahnya.

Kuota

Kuota haji merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dalam ibadah haji. Terlebih semenjak diberlakukannya pemangkasan kuota haji di semua negara hingga 20 persen. Sebagai informasi kuota haji sebenarnya tidak hanya berlaku bagi haji regular saja, tetapi juga haji plus. Sesuai dengan sistem yang diterapkan oleh Depatemen Agama RI bahwa penetapan kuota haji dilakukan untuk kouta haji reguler terlebih dahulu, baru menyusul kouta haji plus. Untuk kouta haji reguler tahun 2016 ditetapkan sebanyak sebanyak 155.200 orang, jumlah tersebut adalah jumlah yang sama dengan tahun sebelumnya.

Waktu berada di tanah suci

Hal paling mendasar dari haji regular dan haji plus adalah lamanya jamaah haji berada di tanah suci. Bagi jamaah haji plus arbain hanya akan menghabisakan waktu selama  26 hari di tanah suci dan haji plus non arbain hanya menghabisakan waktu selama  19 hari di tanah suci. Bandingkan dengan jamaah haji regular yang berada di tanah suci sekitar 40 hari dengan rincian penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi sekitar 9-10 jam, ziarah Madinah sekitar  10 hari dan inti dari ibadah haji yang dilakukan selama 6 hari mulai dari tanggal 8 Zulhijjah hingga 13 Zulhijjah ditambah umroh 1 hari serta kepulangan ke Indonesia sekitar 9 hingga 10 jam. Sisanya ada sekitar 21 hari yang bisa dimanfaatkan jamaah haji untuk melakukan berbagai hal.

Akomodasi dan makan

Travel Haji jakarta tentu akan menawarkan fasilitas terbaik bagi jamaahnya termasuk untuk akomodasi dan makanan. Untuk akomodasi haji plus, biro travel tentu akan mencarikan hotel yang jaraknya  lebih dekat dengan Masjidil Haram sekitar 10 hingga 250 meter. Sementara kebutuhan makan, jamaah haji plus sudah ditanggung dan disediakan oleh biro travel dengan menggandeng  pihak hotel. Hal ini tentu berbeda dengan jamaah haji regular yang lokasi hotelnya sangat bervariasi mulai dari 2 kilometer hingga  4 kilometer dari Masjidil Haram. Sementara untuk urusan makan, jamaah haji regular memang diberikan uang makan senilai SR1500.00 yang diambil dari BPIH, tetapi jamaah harus mencari makannya sendiri selama 21 hari di tanah suci. Meski ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing, Anda tetap harus berhati-hati ketika hendak mengikuti Biro Travel Haji.”